KEBAHAGIAAN
YANG SEMPURNA
Tak
ada yang menemaniku malam ini. Hanya suara jangkrik yang aku dengar. Ku nikmati
sejuknya semilir angin yang sedang berhembus. Aku mengerjakan tugas dari Buguru
karena besok harus dikumpulkan, sementara Kakakku sudah tertidur nyenyak,
mungkin dia kelelahan karena setiap hari harus banting tulang untuk membiayai
sekolahku.
Aku
sangat bersyukur masih bisa menikmati bangku pendidikan sampai ke SMA. Nasibku
tak seberuntung anak-anak lain. Aku hanya tinggal bersama kakakku sementara
ayah dan ibuku tak tahu ada dimana, hanya foto mereka berdua yang kami jadikan
sebagai pelepas rindu. Selain itu, dibelakang fotonya tertera sebuah alamat.
Sebelum
nenek meninggal, nenek berpesan agar aku dan kakak mencari alamat tersebut,
karena itu adalah alamat orang tua kami. Kakakku pernah berkata, nanti jika dia
punya uang aku akan diajak untuk mencari alamat tersebut. Aku rindu sekali
ingin melihat wajah ayah dan ibu. Aku ingin seperti anak-anak lain yang bisa
merasakan kasih sayang orang tuanya.
Tak
kusangka malam semakin larut. Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Aku segera melangkahkan kakiku ke tempat tidur.
Adzan
subuh sudah berkumandang, aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil
wudhu. Kulihat kamar kakakku sudah sepi, pastinya dia sudah pergi ke masjid,
(pikirku dalam hati).
“tumben
sudah bangun Ren?? Biasanya jam 5 kamu baru bangun” kata kakak sambil
mengagetkanku.
“kakak…
bikin Rena kaget saja, andaikan disini ada …..”(aku sejenak terdiam)
“iya
aku mengerti maksudmu Ren, ” kata kakakku.
“kapan
kita bisa ketemu mereka kak?” kataku dengan sedih.
“sabar
Ren, jika Allah menghendaki pasti kita akan dipersatukan bersama ayah dan ibu,
Oh ya sana sholat dulu, jangan bersedih terus.” Kata kakakku
“baik
kak” kataku
Tepat
jam 06.15 aku segera berangkat, sedangkan kakakku sudah duluan berangkat kerja.
Hati kecilku berkata “ya Allah aku niat mencari ilmu-Mu untuk menghilangkan
kebodohan, berilah kesempatan kepadaku untuk bertemu ayah dan ibu nanti”. kemudian
segera ku langkahkah kakiku untuk menuju sekolah.
Setelah
pulang sekolah ternyata kakakku memberi kejutan kepadaku, aku diajak ke kota
untuk mencari alamat ayah dan ibu. Hatiku senang sekali, tak sabar rasanya aku
ingin memeluk ayah dan ibu.
“ayo
Rena nanti kita terlambat lho…” kata kakakku
“iya
kak ini Rena sudah siap, ayo kita berangkat” kataku
Tepat
jam 06.00 pagi aku tiba disana. Kakak langsung bertanya tentang alamat itu
kepada orang yang ada di sekitar tempat itu.
“maaf
bu, jl. Melati no.13 itu disebelah mana ya?” tanya kakak
“owh…
mas ini jalan lurus saja nanti ada pertigaan belok kanan” kata orang tersebut.
“kalau
gitu terima kasih bu” jawabku
“iya
sama-sama”
Aku
dan kakakku segera berjalan menuju rute yang dikasih tahu ibu tadi. Setelah
beberapa menit, akhirnya aku dan kakak sampai juga di tempat tersebut
“mungkin
ini kak rumah ibu dan ayah” kataku
“iya
mungkin Ren, coba kita masuk, siapa tahu ini memang benar” jawab kakak
Sebelum
kami mengetuk pintu, tiba-tiba terdengar suara dibelakang kami.
“cari
siapa ya nak?” kata orang itu.
Kami
berdua mambalikkan badan, kami terkejut!! Kami terus memandanginya, tak
disangka wajah 2 orang itu mirip dengan ayah dan ibu. Bukan hanya mirip, tak
dapat dipungkiri lagi, dia adalah orang tua kami. Aku dan kakak segera mencium
tangannya dan memeluknya.
“ayah,
ibu, kami sangat rindu dengan kalian” kata kakak sambil menangis.
“maafkan
kami nak, kami tak berdaya merebut kalian dari tangan nenek kalian” kata ayah
“tidak
apa-apa yah, yang penting sekarang kita bisa bertemu” kataku.
“ya
Allah terima kasih engkau telah mengembalikan malaikat-malaikat kecil kami”
kata ayah dan ibu
Kami
terus berpelukan untuk melepaskan rasa rindu kami, sekian lamanya sampai 18
tahun kami berpisah dengan oang tua kami. Kini kakakku tidak perlu mencari
biaya untuk sekolahku. Karena ekonomi ayah cukup untuk menghidupi kami dan
untuk membiayai sekolahku. Kakak juga bisa melanjutkan kuliahnya lagi. “Terima
kasih Tuhan kau telah mengabulkan do’aku” kataku dalam hati
The End
Karya
: Eny Mukaromah XIB
Kutunggu
komentarnya!!!


10 komentar:
ok iu
sip cuy
BAGUSS
goood
lumayan apik... hehhe
apikk
apik mbak...
good...
keren...
wah judule menarik
Posting Komentar