BAB III
DESKRIPSI
LOKASI PRAKERIN
A.
Sejarah Perusahaan
STAIN
Kudus dapat dikatakan satu satunya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN)
diwilayah Pantai Utara (Pantura) bagian timur Jawa Tengah yang lokasinya
dikelilingi oleh 7 (tujuh) kabupaten yaitu kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara,
Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang,
Kabupaten Blora dan juga kabupaten Tuban Jawa Timur.
Awal
mula keberadaan STAIN Kudus diilhami oleh pemikiran dan perjuangan mendakwahkan
Islam di wilayah jawa khususnya dan Indonesia umumnya, yang secara umum dapat
dikatakan bahwa keberhasilan perlu didukung oleh lembaga pendidikan Tinggi yang
memiliki kekhususan pengkajian masalah pengembangan keilmuan dan solusi
alternatif masalah masalah umat Islam. memiliki lokasi wilayah geografis tidak
dapat terlepas dari sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di
Indonesia yaitu Institut Agama Islam Negeri.
Diawali dari perjuangan para raja raja Islam tempo dulu
dan perjuangan para wali Allah yang di kenal dengan perjuangan dakwah Islam
walisongo menguatkan argumen bahwa di perlukannya berdirinya sebuah lembaga
yang kuat untuk mengembangkan epistimologi dan karangka ilmu Islam yang mampu
menjawab berbagai tantangan masyarakat Indonesia umumnya dan umat Islam
khususnya.
Dilihat dari
aspek geografis, STAIN Kudus memiliki dua tokoh pejuang Islam yang memiliki
kredibilitas keilmuan, dan moral yang tidak bisa diragukan lagi yaitu
Ja'far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria). Dua tokoh
ini memiliki sikap dan perilaku yang layak dijadikan panutan dan inspirasi
pengembangan STAIN Kudus. Kedalaman ilmu keislaman, kematangan dalam menghadapi
problematika masyarakat, dan kegigihan dalam mendakwahkan Islam patut dicontoh
dan menjadi rujukan bagi civitas akademika STAIN Kudus. Kata “Kudus” yang didepan kata STAIN mengandung dua makna yaitu pertama
Kudus menandakan nama wilayah atau kota yang terkenal dengan kota kretek dan
kota jenang. kedua, Kudus menandakan adanya semangat perjuangan dari dua
tokoh Islam yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria.
STAIN Kudus memiliki tiga fungsi yang dinamakan
Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pertama, Pendidikan dan
pengajaran, kedua, penelitian dan ketiga pengabdian kepada
masyarakat.
Pendidikan dan pengajaran adalah proses
pengembangan keilmuan melalui interaksi antara dosen dan mahasiswa yang
dilaksanakan dalam tempat dan kurun waktu yang telah ditentukan.
Penelitian adalah proses pengembangan ilmu yang
dilakukan seorang dosen ataupun mahasiswa baik perseorangan dan/atau kolektif
(bersama-sama) didukung dengan data akurat (valid dan reliabel)
yang diperoleh dari lokasi penelitian.
Pengabdian kepada masyarakat adalah proses
sosialisasi atau implementasi teori kedalam kehidupan masyarakat agar
masyarakat memiliki kemampuan menghadapi problematika kehidupannya.
Berdasarkan Tri Dharma tersebut, maka STAIN
Kudus secara umum memiliki dua peran dan tanggung jawab, yaitu:
a.
Peran dan tanggung jawab keilmuan; STAIN Kudus harus memiliki komitmen dalam
proses pengembangan teori keislaman dan mengaplikasikan teori kedalam kehidupan
masyarakat dengan target masyarakat memiliki kemampuan, pengetahuan dan
ketrampilan hidup (lifeskill) secara optimal.
b.
Peran dan tanggung jawab dakwah islamiyah; STAIN Kudus harus memiliki misi
menyebarkan dan memperkuat kualitas tauhid bagi masyarakat Islam sehingga
masyarakat benar benar memiliki kepribadian Islam secara utuh dan komprehensif.
Bagian dari proses optimalisasi peran dan
tanggung jawab, maka STAIN Kudus memiliki visi dan keunggulan ilmu yang bernama
Islam Transformatif yaitu pola pikir yang menjadikan kepriabdian civitas
akademika lebih humanis, damai, santun dan menjunjung tinggi nilai nilai
demokrasi. Nilai nilai Islam tidak cukup hanya di ucapkan (dilesan) saja, tetapi
nilai nilai Islam harus mampu diaplikasikan yang akhirnya menjadi filosofi
kehidupan (Way of life) bagi semua umat Islam.
Islam Transformatif ditandai dengan tiga
pergeseran. Pertama; kesediaan untuk melakukan pergeseran dari teks ke
konteks. Kedua, kesediaan untuk melakukan pergeseran dari teori ke aksi,
dan ketiga, kesediaan untuk melakukan pergeseran dari kesalehan
individual ke kesalehan sosial. Artinya profil umat Islam dan seluruh civitas
akademika STAIN Kudus tidak cukup hanya dalam batas teori, tekstual dan
kesalehan individual. Tiga sikap itu harus bergeser menuju aksi, konstekstual
dan kesalehan sosial. Lebih jelasnya terlihat dalam diagram sebagai berikut:
Islam Normatif
|
Islam Transformatif
|
Teori
|
Dari Teori - Ke Aksi
|
Tekstual
|
Dari Tekstual – Ke
Kontekstual
|
Individual
|
Dari Individual - Ke
Sosial
|
STAIN Kudus
memiliki semboyan dalam menjalankan tugas dan fungsinya yaitu “Bermutu”
dan “Bermanfaat”. Semboyan ini harus menjadi semangat seluruh civitas
akademika dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Bermutu lebih mengarah
kepada kepatuhan atas ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan. Seluruh
civitas akademika dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus selalu
memperhatikan etika, aturan dan ketentuan yang berlaku baik dalam konteks
agama, maupun sosial. Yang harus diperhatikan tidak cukup hanya etika dan
peraturan agama saja, melainkan juga harus memperhatikan etika, peraturan dan
perundang undangan yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bermanfaat mengandung makna atau kosnekuensi, apa yang dilakukan seluruh
civitas akademiak STAIN Kudus harus memiliki pengaruh atau dampak positif
untuk dirinya maupun orang lain (masyarakat). Dimanapun tempatnya para
civitas akademika dan/atau alumni harus selalu memberikan pengaruh
positif bagi dirinya sendiri maupun orang lain (masyarakat).
Sampai tahun 2013 STAIN Kudus memiliki 17
(tujuhbelas) program studi untuk jenjang sarjana (S1), 12 (duabelas)
prodi sudah melaksanakan proses pembelajaran dan yang 5 (lima) prodi proses
menunggu SK dari kemenag RI. Selain itu, STAIN Kudus juga sudah memiliki dan 2
(dua) program studi (prodi) untuk jenjang pascasarjana (S2).
Program
studi jenjang sarjana (S1) terdiri dari :
1.
Jurusan Tarbiyah
a.
Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
b.
Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
c.
Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
d.
Prodi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA)
e.
Prodi Sastra Arab (SA) ( Proses menunggu Sk dari Kemenag)
2.
Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam
a. Prodi Ahwal Syakhshiyyah (AS)
b. Prodi Ekonomi Syariah( ES)
c. Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)
d. Prodi Zakat dan Wakaf (ZW)
3.
Jurusan Ushuluddin
a. Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IQT)
b. Prodi Ilmu Aqidah (IA)
c. Prodi Ilmu Hadits (IH) ( Proses Menunggu Sk dari Kemenag)
d. Prodi Ilmu Tasawuf (IT) (Proses Menunggu SK dari Kemenang)
4.
Jurusan Dakwah dan Komunikasi
a.
Prodi
Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)
b.
Prodi
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
c.
Prodi
Manajemen Dakwah (MD) (Proses Menunggu SK dari
Kemenag)
d.
Prodi
Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) (Proses Menunggu
Sk dari Kemenag)
Pengembangan
kualitas akademik bagi masyarakat dilakukan dengan cara melakukan pendirian
Program Magister (S2). Akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013, STAIN Kudus
memperoleh SK pengelolaan pascasarjana dengan dua prodi sebagai berikut:
1.
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
2.
Program Studi Ekonomi Syariah (ES)
B.
Tempat dan waktu prakerin
Saya prakerin di
“ STAIN KUDUS” selama 2 bulan yang dimulai pada tanggal 23 Desember 2013-17
Februari 2014 yang berada di Jl. Conge
Ngembalrejo - Kudus, yang dipimpin oleh bapak Sutanto M.Kom, mulai dari pukul 08:00
WIB sampai 16:00 WIB (senin-kamis) dan pukul 08.00 WIB sampai 16.30 (jum’at).
C.
Jadwal kegiatan prakerin
Selama
prakerin saya melakukan beberapa kegiatan di antaranya sebagai berikut :
a. Minggu pertama : Membesihkan hardware PC
b. Minggu kedua : Pengkabelan
c. Minggu ketiga : Mikrotik
d.Minggu keempat : Menyeting dan memasang mikrotik
e. Minggu kelima : Menginstal software
f. Minggu keenam : Membagikan buku panduan SIA
g. Minggu ketujuh : Bongkar pasang komputer
h. Minggu kedelapan : Menginput data mahasiswa ke SIA
D.
Tugas pokok dan fungsi
Tugas
dari seorang pemimpin perusahaan adalah mengatur segala kegiatan yang dilakukan
dari semua karyawan dan bertanggung jawab dari semua yang terjadi pada
perusahaan atau instansi.
Teknisi
bertugas untuk memperbaiki suatu yang rusak dari semua alat baik milik sendiri
maupun milik pelanggan dengan prosedur yang benar.
Asisten bertugas sebagai tangan kanan pemimpin, menjalankan semua yang di perintahkan oleh
pemimpin selama masih berkenan dengan perusahaan.
E.
Program kerja dan kegiatan organisasi
Program kerja dan kegiatan yang biasa dilakukan di “STAIN KUDUS”
adalah sebagai berikut:
1.
Merawat hardware PC komputer.
2.
Merakit computer
3.
Setting dan pasang mikrotik
4.
Mengecek jaringan
F. Struktur
Organisai Di Puskom
G.
Denah
Lokasi


2 komentar:
denahe apik
bagus2
Posting Komentar