SEJARAH DUKUH BAKARAN
Menurut cerita salah satu masyarakat Dukuh Bakaran, dulunya istri dari
Sunan Muria diculik oleh Maling Kopo dan Maling Kentiri dan dibawa ke suatu
hutan. Dan di sembunyikan di suatu Gua. Lalu Sunan Muria mencari istrinya. Pada
suatu hari Sunan Muria menemukan istrinya sedang bersama Maling Kopo dan Maling
Kentiri. Tanpa pikir panjang Maling Kopo dan Maling Kentiri pun segera
melarikan diri karena kepergok oleh Sunan Muria, tetapi Sunan Muria membiarkan
Maling Kopo dan Maling Kentiri pergi, karena pikiran Sunan Muria pun sudah tak
karuan.
Sunan Muria pun langsung menanyai
istrinya tenang hal tersebut, apakah istrinya sudah dicinta oleh Maling Kopo
dan Maling Kentiri atau tidak. Ternyata jawaban dari istrinya, dia sama sekali
tidak di apa-apakan oleh Maling Kopo dan Maling Kentiri.
Tetapi Sunan Muria masih tidak
percaya dengan jawaban istrinya, sehingga Sunan Muria pun mengambil keputusan
untuk menyumpah istrinya dengan cara dibakar.
Dan istrinya pun menyanggupi.
Sunan Muria pun membakar Istrinya
di suatu hutan. Ternyata sang istri tidak meninggal, tetapi tubuhnya menjadi
hitam karena terbakar. Setelah itu, Sunan Muria memutuskan untuk memandikan
sang istri di suatu sendang yang bernama “Sendang
Bicak”. Sunan Muria pun takjub karena sang istri menjadi cantik.
Maka dari perstiwa di bakar
itulah, sekarang alas tersebut di namai dengan Dukuh Bakaran


9 komentar:
waw amazing...
sungguh menarik
menakjubkan
keren siii... tp sitek... hehhhee...
lumayan menarik sejarahe...
owh ngnw ceritane....
desamu ger dy nw?
ceritane apik y
baguss
Posting Komentar